Harga Laroscorbine Rp 80.000/box isi 10 ampul
Obat ini disuntikkan i.v. (di vena lengan atau siku) atau i.m. (di panggul) namun dianjurkan disuntikkan i.v. karena jika disuntikkan i.m. terasa perih.
Sebaiknya penyuntikan i.v. dilakukan oleh tenaga medis yang berpengalaman.
Laroscorbine
Label: vaksinasi kanker serviks Kolagen , Laroscorbine , Laroscorbine Platinium , Laroscorbine Platinum , Vit c , Vit C Kolagen
Rodotex
Rodotex ini dapat digunakan 1 - 3 kali/minggu. Sekali injeksi 1-3 ampul.Kedua jenis Rodotex ini disuntikkan i.m. (di panggul) atau i.v. (di vena tangan atau siku). Sebaiknya disuntikkan i.v. karena penyuntikan i.m. terasa nyeri. Pastikan tenaga medis yang menyuntik adalah orang yang berpengalaman.
Label: vaksinasi kanker serviks Kolagen , Rodotex Biru , Rodotex Hijau , Vit c , Vit C Kolagen
Finasteride
Kapsul ini terdiri dari Finasteride 1 mg (dikenal dengan nama paten Propecia) + 2 macam obat lain yang semuanya berfungsi menumbuhkan rambut yang botak pada pria. Obat ini digunakan sekali sehari sesudah makan. Efek samping Finasteride bersifat ringan dan hanya sementara, juga akan hilang jika terapi dihentikan. Efek samping jika menggunakan finasteride 5 mg selama 12 bulan yaitu impotensi (3.7%), penurunan libido (3,3%), penurunan volume ejakulat (2.8%).
Dua macam obat lain hampir tidak terasa efek sampingnya.
NB: Berhubung karena obat ini obat racikan maka warna kapsul bisa berubah-ubah sesuai stok kapsul yang ada di pasaran tetapi isi dan kualitas tetap sama.
Label: vaksinasi kanker serviks Finasteride , finasteride 1 mg , finasteride 1mg , obat botak , penumbuh rambut , tablet penumbuh rambut
Saw Palmetto Extract
Saw Palmetto atau dikenal dengan nama Serenoa repens berfungsi untuk mengatasi kebotakan pada laki-laki dan memperlancar buang air kecil pada penderita Benign Prostatic Hypertrophy (BPH). BPH yaitu pembesaran prostat yang biasanya terjadi pada orang tua umumnya di atas 55 tahun)
Untuk mengatasi kebotakan digunakan 1x sehari sesudah makan. Efek obat ini sama dengan finasteride karena memiliki cara kerja yang sama.
Untuk mengatasi gangguan berkemih akibat BPH digunakan 2x sehari selama 12 minggu.
Efek samping Saw Palmetto dengan dosis 160 mg berupa mual, namun bersifat sangat ringan dan dapat ditoleransi dengan baik.
Dengan dosis 160 mg efek samping saw palmetto lebih ringan dibandingkan finasteride 5 mg. Namun perlu diperhatikan bahwa untuk mengatasi kebotakan finasteride cukup diberikan dengan dosis 1 mg.
Label: vaksinasi kanker serviks obat botak , obat BPH , obat prostat , saw palmetto extract
Minoxidil

Minoxidil 5% berfungsi menumbuhkan rambut yang botak dan jarang. Sangat efektif terutama untuk kulit kepala yang masih kecoklatan. Kadar 5% untuk laki-laki, sedangkan untuk perempuan cukup menggunakan minoxidil 2%.
Digunakan maksimal 2 x 1 cc. Dioles pada kulit kepala yang kering tanpa dipijat lalu biarkan kering sendiri kira-kira 1 jam dan jangan ada kontak dengan benda lain mis. sandaran, bantal. helm, dll.
Efeknya tampak dalam 3 bulan jika kulit masih kecoklatan. Namun jika sudah mengkilap, tampak setelah 6 - 12 bulan.
Label: vaksinasi kanker serviks eminox , minoxidil , minoxidil sulfat , obat botak
Dietetik
DIETETIK
Kata “diet” sebenarnya berasal dari kata dietetik. Diet berarti makan, sedangkan etik/etika berarti pengaturan. Jadi dietetik berarti pengaturan makan. Namun kebiasaan orang menyingkat kata menyebabkan asal kata diet terlupakan dan kemudian digunakan dengan tidak benar.
Dietetik bisa saja meningkatkan konsumsi kalori untuk menambah berat badan atau sebaliknya menurunkan konsumsi kalori untuk mengurangi kelebihan berat badan. Jadi bukan semata-mata menurunkan berat badan seperti yang selama ini dianut oleh masyarakat awam. Contohnya, seorang calon atlet sumo diberikan diet tinggi kalori untuk menaikkan berat badan mereka, demikian juga atlet tinju, judo, gulat, dan sebagainya.
Selain itu terdapat pula dietetik untuk kasus-kasus spesifik misalnya diet rendah garam untuk penderita hipertensi, diet tinggi protein untuk pasien yang kekurangan protein, dan sebagainya.
Trik-trik dalam melakukan dietetik
1. Kunyahlah makanan lebih lama
Mantan Perdana Menteri Inggris John Major mengungkapkan rahasianya agar tetap langsing yaitu dengan mengunyah makanan sampai 44 kali. Hal ini akan mengakibatkan rasa lapar lebih lama muncul sehingga frekuensi makan lebih sedikit, sehingga nafsu makan dapat turun.
Kebanyakan dari kita tidak mengunyah makanan cukup lama sebelum ditelan. Hal ini mengakibatkan transit time makanan di lambung menurun. Dengan kata lain, makanan tersebut hanya singgah sebentar di lambung, akibatnya lambung cepat kosong dan menyebabkan rasa lapar.
Sebaliknya jika Anda mengunyah lebih lama, makanan menjadi lebih menggumpal sehingga makanan lebih lama di lambung dan waktu antar rasa lapar memanjang. Selain itu makanan akan diserap oleh usus secara perlahan-lahan. Ini mencegah rasa kantuk sehabis makan dan tubuh terasa lebih segar.
Jika Anda kurang terbiasa dengan kebiasaan ini, lakukan secara perlahan-lahan, misalnya hari ini Anda mengunyah makanan sebanyak 5x sebelum ditelan. Minggu depan dapat ditingkatkan menjadi 7x, 10x, 15x, dan seterusnya.Trik ini dapat pula Anda lakukan jika Anda merasa jijik saat makanan terlalu lama dikunyah.
Apabila hal ini dilakukan dengan benar, maka lama-kelamaan nafsu makan akan menurun dan hasil dietetik Anda akan tampak perlahan-lahan.
2. Perbanyak makan sayur dan buah
Sayur dan buah bukan hanya memperlancar buang air besar karena mengandung serat yang tinggi, namun juga serat ini akan menyebabkan terbentuknya gumpalan di dalam usus sehingga terasa lebih lama lapar. Selain itu sayur dan buah memiliki kalori yang rendah, karena komposisi utamanya hanyalah air.
Jika hal ini dikombinasikan dengan point 3 akan menghemat banyak kalori. Coba bandingkan jika Anda memakan 50 gram daging dengan 50 gram sayur. Selisihnya bisa mencapai lebih 200 kkal.
3. Kurangi daging
Daging memiliki kadar air yang lebih rendah dibandingkan sayur dan buah . Selain itu juga berkalori tinggi, karena mengandung kadar lemak dan protein yang tinggi. Penelitian membuktikan bahwa diet daging merah lebih berbahaya bagi tubuh kita dibandingkan dengan diet daging putih. Diet daging merah lebih berisiko terjadinya hipertensi dan komplikasinya.
4. Berpuasalah
Buat kaum muslim, berpuasa pada hari Senin dan Kamis akan sangat bermanfaat. Hal ini bukan hanya membantu menurunkan berat badan tetapi juga mencegah terjadinya penyakit maag/lambung Anda. Berpuasa menurunkan asam lambung anda sehingga menurunkan nafsu makan. Pada dasarnya sistem tubuh kita beradaptasi sesuai keadaan. Pada saat asam lambung diproduksi Anda akan merasa lapar. Namun bila lambung tidak diisi dengan makanan, lambung akan memproduksi lebih sedikit asam lambung, sehingga nafsu makan Anda akan menurun. Atau bisa juga dengan tidak makan malam seminggu sekali. Jangan tidak makan malam dalam jangka panjang, karena tubuh akan beradaptasi dengan membakar atau memetabolisme lebih lambat. Akibatnya diet menjadi tidak efektif.
5. Jadilah vegetarian
Sayur dan buah bukan hanya mengandung kalori yang jauh lebih rendah dibanding daging, tetapi juga mengandung serat sehingga mengakibatkan perut terasa lebih penuh dan rasa kenyang lebih lama. Jadilah vegetarian minimal sekali dalam seminggu, misalnya setiap makan siang di hari Selasa, atau sehari dalam seminggu
6. Makanlah saat sudah merasa lapar
Kebanyakan orang makan pada saat belum lapar terutama kaum hawa yang suka ngemil dan pekerja kantoran yang “terpaksa” makan karena sudah jam istirahat. Hentikanlah kebiasaan ini karena apa pun yang dikonsumsi dapat menyebabkan peningkatan berat badan. Rasa lapar merupakan sinyal kepada tubuh bahwa Anda membutuhkan kalori lagi. Kebanyakan orang makan saat belum lapar. Ini mengakibatkan kelebihan kalori yang semakin terakumulasi. Akibatnya berat badan naik.
7. Berhentilah makan sebelum Anda kenyang
Orang-orang Perancis jarang yang gemuk sehingga juga jarang menderita penyakit-penyakit jantung dan pembuluh darah. Hal ini disebut French Paradox. Ini disebabkan karena orang-orang Perancis makan sambil berbincang-bincang santai sehingga mereka makan dapat mencapai 30 menit. Sinyal rasa kenyang muncul terlambat di otak kita, akibatnya kita terus makan. Dengan makan lebih lambat seperti orang Perancis, Anda memberikan kesempatan bagi diri Anda sendiri untuk berhenti makan “lebih cepat”, sehingga asupan makanan Anda lebih sedikit.
Sinyal kenyang yang biasa kita rasakan diistilahkan sebagai ”makanan yang sudah turun” dan pada orang Indonesia umumnya dirasakan pada saat telah selesai makan
8. Lewati rasa lapar Anda
Kebanyakan orang langsung makan jika merasa lapar. Padahal jika rasa lapar itu “dilewati” rasa lapar itu akan hilang dengan sendirinya. Cara ini cukup efektif untuk mengurangi ngemil dan tetap makan 3x sehari.
9. Kurangi konsumsi makanan yang asam dan pedas
Mengonsumsi makanan asam dan pedas akan membuat Anda cepat lapar dan rasa kurang nyaman di perut seperti kembung, mual, mules. Sedapat mungkin juga menghindari makanan yang mengandung gas seperti minuman ringan yang berkarbonasi, sawi, kol, durian, labu, telur.
10. Aturlah pola makan Anda
Pola makan yang sehat seharusnya disesuaikan dengan aktivitas. Karena itu bila sesudah makan malam Anda tidak punya aktivitas lagi, maka sebaiknya porsi makan malam Anda dikurangi agar lemak tidak bertumpuk. Sebaliknya jika Anda bekerja di pagi hari, sebaiknya makan pagi Anda cukup agar tidak merasa lemas saat bekerja akibat kekurangan energi.
11. Tetaplah makan nasi
Banyak orang awam berpandangan bahwa nasi membuat badan gemuk, lalu tidak mengonsumsi nasi. Cara ini tidak benar! Nasi, umbi-umbian, jagung, sereal, mengandung karbohidrat yang tinggi. Satu gram karbohidrat/protein setara dengan 4,2 kkal, sedangkan 1 gram lemak mengandung 9 kkal! Jadi dalam berdiet kurangilah makanan berlemak bukan mengurangi konsumsi karbohidrat atau protein.
Apabila Anda tidak mengonsumsi karbohidrat, maka tubuh akan menggunakan protein dan lemak sebagai sumber energi. Bila hal ini terjadi maka hati dipaksa bekerja keras untuk merubah lemak dan protein menjadi glukosa karena otak kita hanya dapat mengonsumsi glukosa sebagai sumber energi.
Intinya, karbohidrat merupakan energi yang siap pakai terutama glukosa (gula tebu) jadi tidak memberatkan kerja hati.
* * *
Label: vaksinasi kanker serviks diet , trik-trik berdiet
Susu Sapi Bukan Untuk Manusia
Beberapa hari yang lalu saya menerima e-mail di bawah ini
Tidak ada makhluk di dunia ini yang ketika sudah dewasa masih minum susu – kecuali manusia. Lihatlah sapi, kambing, kerbau, atau apa pun: begitu sudah tidak anak-anak lagi tidak akan minum susu. Mengapa manusia seperti menyalahi perilaku yang alami seperti itu ?
"Itu gara-gara pabrik susu yang terus mengiklankan produknya," ujar Prof Dr Hiromi Shinya, penulis buku yang sangat laris: The Miracle of Enzyme (Keajaiban Enzim) yang sudah terbit dalam bahasa Indonesia dengan judul yang sama. Padahal, katanya, susu sapi adalah makanan/minuman paling buruk untuk manusia. Manusia seharusnya hanya minum susu manusia. Sebagaimana anak sapi yang juga hanya minum susu sapi. Mana ada anak sapi minum susu manusia, katanya.
Mengapa susu paling jelek untuk manusia? Bahkan, katanya, bisa menjadi penyebab osteoporosis? Jawabnya: karena susu itu benda cair sehingga ketika masuk mulut langsung mengalir ke kerongkongan. Tidak sempat berinteraksi dengan enzim yang diproduksi mulut kita.
Akibat tidak bercampur enzim, tugas usus semakin berat.
Begitu sampai di usus, susu tersebut langsung menggumpal dan sulit sekali dicerna. Untuk bisa mencernanya, tubuh terpaksa mengeluarkan cadangan "enzim induk" yang seharusnya lebih baik dihemat. Enzim induk itu mestinya untuk pertumbuhan tubuh, termasuk pertumbuhan tulang. Namun, karena enzim induk terlalu banyak dipakai untuk membantu mencerna susu, peminum susu akan lebih mudah terkena osteoporosis.
Profesor Hiromi tentu tidak hanya mencari sensasi. Dia ahli usus terkemuka di dunia. Dialah dokter pertama di dunia yang melakukan operasi polip dan tumor di usus tanpa harus membedah perut. Dia kini sudah berumur 70 tahun. Berarti dia sudah sangat berpengalaman menjalani praktik kedokteran. Dia sudah memeriksa keadaan usus bagian dalam lebih dari 300.000 manusia Amerika dan Jepang. Dia memang orang Amerika kelahiran Jepang yang selama kariernya sebagai dokter terus mondar-mandir di antara dua negara itu.
Setiap memeriksa usus pasiennya, Prof Hiromi sekalian melakukan penelitian. Yakni, untuk mengetahui kaitan wujud dalamnya usus dengan kebiasaan makan dan minum pasiennya. Dia menjadi hafal pasien yang ususnya berantakan pasti yang makan atau minumnya tidak bermutu. Dan, yang dia sebut tidak bermutu itu antara lain susu dan daging.
Dia melihat alangkah mengerikannya bentuk usus orang yang biasa makan makanan/minu man yang "jelek": benjol-benjol, luka-luka, bisul-bisul, bercak-bercak hitam, dan menyempit di sana-sini seperti diikat dengan karet gelang. Jelek di situ berarti tidak memenuhi syarat yang diinginkan usus. Sedangkan usus orang yang makanannya sehat/baik, digambarkannya sangat bagus, bintik-bintik rata, kemerahan, dan segar.
Karena tugas usus adalah menyerap makanan, tugas itu tidak bisa dia lakukan kalau makanan yang masuk tidak memenuhi syarat si usus. Bukan saja ususnya kecapean, juga sari makanan yang diserap pun tidak banyak. Akibatnya, pertumbuhan sel-sel tubuh kurang baik, daya tahan tubuh sangat jelek, sel radikal bebas bermunculan, penyakit timbul, dan kulit cepat menua. Bahkan, makanan yang tidak berserat seperti daging, bisa menyisakan kotoran yang menempel di dinding usus: menjadi tinja stagnan yang kemudian membusuk dan menimbulkan penyakit lagi.
Karena itu, Prof Hiromi tidak merekomendasikan daging sebagai makanan. Dia hanya menganjurkan makan daging itu cukup 15 persen dari seluruh makanan yang masuk ke perut.
Dia mengambil contoh yang sangat menarik, meski di bagian ini saya rasa, keilmiahannya kurang bisa dipertanggungjawabk an. Misalnya, dia minta kita menyadari berapakah jumlah gigi taring kita, yang tugasnya mengoyak-ngoyak makanan seperti daging: hanya 15 persen dari seluruh gigi kita. Itu berarti bahwa alam hanya menyediakan infrastruktur untuk makan daging 15 persen dari seluruh makanan yang kita perlukan.
Dia juga menyebut contoh harimau yang hanya makan daging. Larinya memang kencang, tapi hanya untuk menit-menit awal. Ketika diajak "lomba lari" oleh mangsanya, harimau akan cepat kehabisan tenaga. Berbeda dengan kuda yang tidak makan daging. Ketahanan larinya lebih hebat.
Di samping pemilihan makanan, Prof Hiromi mempersoalkan cara makan. Makanan itu, katanya, harus dikunyah minimal 30 kali. Bahkan, untuk makanan yang agak keras harus sampai 70 kali. Bukan saja bisa lebih lembut, yang lebih penting agar di mulut makanan bisa bercampur dengan enzim secara sempurna. Demikian juga kebiasaan minum setelah makan bukanlah kebiasaan yang baik. Minum itu, tulisnya, sebaiknya setengah jam sebelum makan. Agar air sudah sempat diserap usus lebih dulu.
Bagaimana kalau makanannya seret masuk tenggorokan? Nah, ini dia, ketahuan. Berarti mengunyahnya kurang dari 30 kali! Dia juga menganjurkan agar setelah makan sebaiknya jangan tidur sebelum empat atau lima jam kemudian. Tidur itu, tulisnya, harus dalam keadaan perut kosong. Kalau semua teorinya diterapkan, orang bukan saja lebih sehat, tapi juga panjang umur, awet muda, dan tidak akan gembrot.
Yang paling mendasar dari teorinya adalah: setiap tubuh manusia sudah diberi "modal" oleh alam bernama enzim-induk dalam jumlah tertentu yang tersimpan di dalam "lumbung enzim-induk". Enzim-induk ini setiap hari dikeluarkan dari "lumbung"-nya untuk diubah menjadi berbagai macam enzim sesuai keperluan hari itu. Semakin jelek kualitas makanan yang masuk ke perut, semakin boros menguras lumbung enzim-induk. Mati, menurut dia, adalah habisnya enzim di lumbung masing-masing.
Maka untuk bisa berumur panjang, awet muda, tidak pernah sakit, dan langsing haruslah menghemat enzim-induk itu. Bahkan, kalau bisa ditambah dengan cara selalu makan makanan segar. Ada yang menarik dalam hal makanan segar ini. Semua makanan (mentah maupun yang sudah dimasak) yang sudah lama terkena udara akan mengalami oksidasi. Dia memberi contoh besi yang kalau lama dibiarkan di udara terbuka mengalami karatan. Bahan makanan pun demikian.
Apalagi kalau makanan itu digoreng dengan minyak. Minyaknya sendiri sudah persoalan, apalagi kalau minyak itu sudah teroksidasi. Karena itu, kalau makan makanan yang digoreng saja sudah kurang baik, akan lebih parah kalau makanan itu sudah lama dibiarkan di udara terbuka. Minyak yang oksidasi, katanya, sangat bahaya bagi usus. Maksudnya, mengolah makanan seperti itu memerlukan enzim yang banyak.
Apa saja makanan yang direkomendasikan? Sayur, biji-bijian, dan buah. Jangan terlalu banyak makan makanan yang berprotein. Protein yang melebihi keperluan tubuh ternyata tidak bisa disimpan. Protein itu harus dibuang. Membuangnya pun memerlukan kekuatan yang ujung-ujungnya juga berasal dari lumbung enzim. Untuk apa makan berlebih kalau untuk mengolah makanan itu harus menguras enzim dan untuk membuang kelebihannya juga harus menguras lumbung enzim.
Prof Hiromi sendiri secara konsekuen menjalani prinsip hidup seperti itu dengan sungguh-sungguh. Hasilnya, umurnya sudah 70 tahun, tapi belum pernah sakit. Penampilannya seperti 15 tahun lebih muda. Tentu sesekali dia juga makan makanan yang di luar itu. Sebab, sesekali saja tidak apa-apa. Menurunnya kualitas usus terjadi karena makanan "jelek" itu masuk ke dalamnya secara terus-menerus atau terlalu sering.
Terhadap pasiennya, Prof Hiromi juga menerapkan "pengobatan" seperti itu. Pasien-pasien penyakit usus, termasuk kanker usus, banyak dia selesaikan dengan "pengobatan" alamiah tersebut. Pasiennya yang sudah gawat dia minta mengikuti cara hidup sehat seperti itu dan hasilnya sangat memuaskan. Dokter, katanya, banyak melihat pasien hanya dari satu sisi di bidang sakitnya itu. Jarang dokter yang mau melihatnya melalui sistem tubuh secara keseluruhan. Dokter jantung hanya fokus ke jantung. Padahal, penyebab pokoknya bisa jadi justru di usus. Demikian juga dokter-dokter spesialis lain. Pendidikan dokter spesialislah yang menghancurkan ilmu kedokteran yang sesungguhnya.
Saya mencoba mengikuti saran buku ini sebulan terakhir ini. Tapi, baru bisa 50 persennya. Entah, persentase itu akan bisa naik atau justru turun lagi sebulan ke depan.
Yang menggembirakan dari buku Prof Hiromi ini adalah: orang itu harus makan makanan yang enak. Dengan makan enak, hatinya senang. Kalau hatinya sudah senang dan pikirannya gembira, terjadilah mekanisme dalam tubuh yang bisa membuat enzim-induk bertambah. Nah... gan pei!
Berikut tanggapan atas artikel di atas:
Mengenai susu sapi yah, ada benarnya juga. Susu karena cair jadi tidak sempat dicerna baik oleh saluran cerna terutama protein dan lemak.
Susu sapi mengandung protein whey dan casein. Masalahnya protein casein bukanlah protein yang baik. Jika Anda cukup teliti, harga susu di pasaran ditentukan berapa kadar protein whey dan casein terutama susu bayi/anak-anak. Celakanya susu orang dewasa ada anak-anak yang lebih besar jarang ditulis berapa perbandingan protein whey dan caseinnya.
Rata-rata perbandingan casein:whey adalah 80:20. Tentunya ada juga yang lebih tinggi wheynya.
Sayangnya tidak disebutkan enzim induk yang dimaksud yang membantu pertumbuhan tulang itu apa. Sejujurnya teori ini saya tidak terlalu percaya, karena pertumbuhan tulang lebih banyak dipengaruhi oleh Vitamin D, Hormon Paratiroid, Calsitonin, vitamin A, C.
Kalau dibilang sudah melihat 300.000 usus pasien sejujurnya saya tidak percaya. Soalnya endoskopi bukanlah suatu prosedur yang mudah dan cepat seperti layaknya seorang dokter periksa pasien. Satu kali endoskopi bisa memakan waktu berjam-jam sementara kita hanya punya 24 jam sehari. Dr. Hiromi sudah menjadi residen (dokter yang mengambil pendidikan spesialisasi) sejak 1967 artinya sekarang telah praktek selama kira-kira 40 tahun (tergantung 300.000 itu terhitung sampai tahun berapa) Artinya jika dihitung setahun dia praktek 300 hari, maka terhitung 25 pasien per hari yang diperiksa oleh dr. Hiromi. Rasanya tidak masuk akal! Pengecualian bisa terjadi kalau bukan dia yang melakukan prosedur endoskopi tapi dia cukup melihat sebentar lalu berpindah lagi ke pasien lain (yang dikerjakan oleh dokter lain) yang sedang menjalani prosedur endoskopi. Tapi ini akan mengakibatkan dia tidak dapat melihat saluran cerna pasien secara keseluruhan. Tetap kurang masuk akal. Lagipula prosedur endoskopi jarang dilakukan. Apa memang dia bisa mendapatkan 25 kasus endoskopi dalam sehari?
Mengenai gigi taring itu ada benarnya. Ada 2 teori evolusi yang terkenal yaitu
1. Teori Seleksi Alam dari Charles Darwin. Misalnya jerapah karena makanannya berasal dari pohon yang tinggi, maka jerapah yang pendek lama-kelamaan akan mati kelaparan. Akibatnya jerapah yang hidup sekarang hanya jerapah yang tinggi.
2. Teori Adaptasi oleh Lamarck. Karena jerapah selalu makan dari pohon yang tinggi maka lama-kelamaan leher jerapah akan semakin panjang.
Teori bahwa manusia memiliki sedikit gigi taring bisa dari teori evolusi. Karena gigi taring jarang dipakai akibatnya digantikan oleh gigi lain.
Contohnya hewan karnivora (pemakan daging) memiliki gigi taring yang banyak, karena gigi taring ini digunakan untuk mengoyak-ngoyak daging, misalnya harimau, singa, kucing.
Sedangkan hewan herbivora memiliki gigi geraham yang dominan untuk mengunyah tumbuh-tumbuhan.
Kalau masalah kuda yang kuat lari padahal cuma makan rumput itu sudah cerita lain lagi. Kuda kuat lari karena memang ototnya besar dan seumur hidupnya memang sering berlari.
Contohnya: di Jeneponto, Sul-Sel kuda dimakan juga. Kuda yang dimakan ini tidak dibiarkan berlari karena itu tidak kuat berlari dan dagingnya menjadi empuk. Intinya otot menjadi kuat karena sering dilatih
Jika manusia tidak mengonsumsi daging itu mungkin juga bermasalah, karena daging memberikan lemak dan protein yang tinggi. Satu gram lemak menghasilkan 9 kkal, bandingkan dengan karbohidrat dan protein yang hanya 4,2 kkal. Sedangkan protein berfungsi membangun tubuh kita. Sel-sel tubuh kebanyakan terdiri dari protein dan lemak.
Mengenai mengunyah makanan 30 kali dan jangan makan sebelum tidur, keduanya benar.
Makan sebelum tidur juga memudahkan naiknya asam lambung sampai ke leher bahkan ke mulut.
Jangan mengonsumsi protein terlalu banyak itu benar. Penduduk di negara-negara maju umumnya mengonsumsi protein 20-30%, sedangkan di negara-negara miskin rata-rata 10-15% dari total asupan makanan. Jumlah ini terlalu banyak dan terlalu sedikit. Idealnya, 15-20% dari total asupan makanan. Atau sekitar 1-2 gram/kgBB/hari. Sampah dari protein yaitu amonia (NH3) yang sangat toksik harus "dibereskan" oleh hati menjadi ureum/urea yang kemudian dibuang oleh ginjal melalui urine. Jadi konsumsi protein yang tinggi memberatkan kerja ginjal dan hati. Protein yang tinggi dibutuhkan hanya oleh anak-anak karena sedang tumbuh kembang, atlet yang ingin memperbesar otot-ototnya, orang-orang yang sedang dalam penyembuhan, dan sebagainya
Memang benar bahwa dokter spesialis yang terlalu fokus ke penyakitnya. Dokter spesialis jantung hanya fokus ke jantung, dokter spesialis paru hanya fokus ke paru. Jadi yang salah dokternya bukan pendidikan spesialisasinya. Dokter harusnya melihat pasien secara holistik (keseluruhan, baik jiwa maupun raga).
Intinya jika ingin sehat ingatlah pepatah ini, "You are what you eat". Jadi jika ingin tetap sehat tetaplah makan makanan yang bergizi. Tentunya masih banyak faktor lain, namun makanan adalah salah satunya yang memegang peranan penting.
http://wandy_thedoctor.blogspot.com/